Lala menjalani kehidupan sebagai atlet loncat indah ketika hubungan pertamanya dengan Yudhis mulai mengubah keseharian. Yudhis merupakan murid baru yang pada awalnya menghadirkan kedekatan dan rasa terlindungi. Namun, hubungan yang tampak sederhana berkembang menjadi keadaan yang rumit dan berbahaya. Lala harus memikirkan kembali makna kesetiaan serta batas yang ingin ia jaga. Film arahan Edwin, dengan skenario Gina S. Noer, dibintangi Putri Marino dan Adipati Dolken. Tema kontrol dalam relasi menjadi konteks penting bagi calon penonton: kedekatan para tokoh merupakan pusat konflik, bukan jaminan bahwa hubungan yang ditampilkan bersifat sehat. Kesetiaan yang dijanjikan Lala tidak lagi terasa sederhana ketika perlindungan berubah menjadi batas yang mengekangnya. Di antara keseharian sebagai atlet dan hubungan baru, keinginannya sendiri menjadi bagian penting dari persoalan yang harus dihadapi.