Ikal melanjutkan masa remajanya bersama Arai dan Jimbron, dua orang yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ketiadaan sekolah menengah di desa membuat mereka harus pergi ke Manggar demi meneruskan pendidikan. Hidup jauh dari rumah mempertemukan urusan belajar dengan kebutuhan bertahan dan kegelisahan masa remaja. Dorongan seorang guru membuka cakrawala impian yang lebih jauh, bahkan sampai Eropa. Sang Pemimpi melanjutkan dunia cerita Laskar Pelangi dengan perhatian pada masa ketika harapan mulai menuntut langkah nyata. Calon penonton dapat masuk melalui hubungan ketiga sahabat dan pilihan-pilihan yang muncul ketika kesempatan tidak tersedia begitu saja. Jarak dari desa ke tempat sekolah mempertemukan harapan dengan kebutuhan mengambil langkah nyata. Persahabatan membuat ketiganya tidak menjalani masa itu sendirian, sekalipun keinginan akan masa depan menghadirkan persoalan yang berbeda bagi setiap orang.