Cinta merasa memiliki kehidupan yang tertata: keluarga menyayanginya, sahabat berada di dekatnya, dan lingkungan sekolah memberinya banyak perhatian. Pertemuan dengan Rangga memperkenalkan sosok yang tidak mudah mengikuti kebiasaan sosialnya. Sikap Rangga yang tertutup dan sinis memunculkan ketertarikan sekaligus kegelisahan, sementara latar keluarganya menambah jarak yang perlu dipahami. Hubungan baru itu membuat Cinta melihat dirinya dengan cara berbeda. Di tengah hubungan keluarga dan pertemanan yang sudah akrab, ketertarikan pada Rangga membuka pertanyaan baru bagi Cinta. Mengenal seseorang yang berbeda juga membuatnya berhadapan dengan perubahan dalam cara memahami dirinya sendiri.