Bahasa Film

Adaptasi Buku ke Film: Apa yang Menarik untuk Dibandingkan?

Lihat pilihan sudut pandang, waktu, dan bentuk adegan sebelum menilai sebuah adaptasi dari banyaknya detail yang dipertahankan.

Setelah membaca buku, menonton adaptasinya dapat terasa seperti bertemu tempat yang sudah dikenal tetapi ditata ulang. Ada detail yang berpindah, percakapan yang hilang, atau tokoh yang terasa berbeda. Perbedaan itu layak dibicarakan, namun daftar kesamaan bukan satu-satunya cara menilai pengalaman. Buku dan film mengatur perhatian melalui sarana yang berbeda.

Bandingkan fungsi, bukan jumlah detail

Pilih satu bagian yang penting bagi Anda dalam buku. Apa fungsinya: memperkenalkan hubungan, membangun ketegangan, atau membuka cara berpikir tokoh? Lalu perhatikan bagaimana film mengerjakan fungsi serupa. Sebuah perasaan yang dijelaskan panjang dalam prosa mungkin disampaikan melalui tindakan, ruang, suara, atau keputusan tokoh.

Anda tetap dapat merasa ada sesuatu yang hilang. Jelaskan kehilangan itu secara spesifik, misalnya hubungan tertentu menjadi lebih sulit dipahami. Pernyataan seperti ini memberi bahan percakapan lebih jelas daripada menyebut adaptasi tidak setia tanpa menunjukkan akibat dari perubahannya.

Kenali batas pengetahuan penonton

Orang yang telah membaca buku membawa informasi tambahan ketika menonton. Cobalah membayangkan apa yang tersedia bagi penonton baru. Apakah film menyediakan cukup konteks untuk mengikuti pilihan tokoh? Apakah Anda memahami bagian tertentu karena film mengatakannya atau karena masih mengingat bab yang tidak muncul?

Sang Pemimpi merupakan contoh judul yang secara resmi diperkenalkan Miles Films sebagai adaptasi novel Andrea Hirata. Premis filmnya mengikuti masa remaja Ikal, Arai, dan Jimbron. Bila ingin membandingkan, Anda dapat memusatkan perhatian pada bagaimana perjalanan pendidikan dan impian para tokoh mendapat bentuk dalam dua medium, tanpa menuntut urutan kejadian selalu identik.

Simpan dua pengalaman secara terpisah

Buat dua catatan singkat: apa yang bekerja bagi Anda dalam buku dan apa yang bekerja dalam film. Setelah itu baru hubungkan keduanya. Cara ini memberi ruang pada film sebagai pengalaman yang dapat berdiri sendiri, sambil tetap menghargai percakapan dengan karya asal.

Adaptasi tidak perlu dibela atau ditolak sejak awal. Ia dapat menjadi undangan untuk memperhatikan bagaimana sebuah cerita berubah ketika harus mengatur waktu, sudut pandang, dan perhatian penonton melalui gambar serta suara.

Sumber dan bacaan lanjut

Rujukan

Jelajahi di katalog

Masih ada cerita lain.

Semua cerita