Sebuah sekolah dasar di Gantong, Belitung, harus mendapatkan jumlah murid yang cukup agar dapat terus membuka kelas. Bu Muslimah dan Pak Harfan menunggu dengan cemas, sementara anak-anak yang ingin belajar menggantungkan harapan pada sekolah itu. Kehadiran Harun melengkapi jumlah yang dibutuhkan, tetapi perjuangan untuk mempertahankan pendidikan belum selesai. Ikal, Lintang, Mahar, dan teman-temannya membawa kemampuan serta persoalan masing-masing ke dalam kebersamaan yang tumbuh di sana. Laskar Pelangi menempatkan keinginan bersekolah sebagai inti kisah persahabatan. Fokusnya adalah awal pertemuan para guru dan anak-anak yang berupaya menjaga kesempatan belajar. Sekolah menjadi ruang pertemuan bagi anak-anak dengan bakat dan keadaan berbeda. Bagi para guru, menjaga kesempatan belajar berarti terus berhadapan dengan keterbatasan, sementara persahabatan para murid memberi tenaga untuk melangkah bersama.